Primkopti Diminta Segera Buat Data Base Anggota

Sekretaris Pusat Koperasi Perajin Tahu dan Tempe (Puskopti) Jateng Rifai berharap, para pengurus Primer Kopti (Primkopti) Salatiga segera membuat pangkalan data (data base) para anggotanya yang terdiri atas para perajin tahu dan tempe.
Dengan data base itu, diharapkan bisa dengan mudah mendistribusikan bantuan terutama masalah operasi pasar kedelai.
“Ke depan ada perubahan tata niaga kedelai. Jika sebelumnya didominasi sepenuhnya importir, ke depan, Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) diberi kewenangan impor kedelai. Dengan begitu, diharapkan memutus rantai impor dan diharapkan harga kedelai bisa menjadi lebih murah,” katanya saat memberi sambutan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primkopti Handayani Salatiga di Salatiga, Senin 29/3).
Menurut Rifai, karena Gakoptindo akan diberi kewenangan impor, maka seluruh anggota Kopti perlu didata. Hal ini berkaitan dengan pemerataan untuk memperoleh bantuan berupa harga kedelai yang lebih murah. Dengan data base itu, akan diketahui siapa-siapa yang sudah atau belum mendapatkan bantuan, nantinya.
Di satu sisi, Rifai mengepresiasi apa yang dilakukan Primkopti Handayani Salatiga yang mampu menggelar RAT di tengah situasi seperti ini. Terlebih beberapa tahun sebelumnya Primkopti Salatiga ini vakum.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Salatiga Roch Hadi yang hadir dalam acara itu, sependapat perlu dihidupkannya data base keanggotaan koperasi termasuk Primkopti. Sebab di era sekarang ini, serba digital sehingga koperasi perlu mengikuti perkembangan zaman.
“Data itu penting, sebab pengambilan keputusan itu berdasarkan data. Saya setuju, Primkopti memiliki basis data yang berisi nama dan alamat anggota. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, tersedia secara digital termasuk penyaluran bantuan dari pemerintah,”katanya.
Ditambahkan dia, pengurus koperasi juga harus mengikuti perkembangan zaman. Pegurus juga perlu diisi anak muda, yang melek teknologi. Agar mereka memberi kontribusi dalam mengikuti kemajuan teknologi.
Ketua Primkopti Handayani Salatiga, Sutrisno Supriantoro menyatakan siap membawa koperasi yang dipimpinnya ini ke arah lebih baik. Termasuk memasukkan generasi muda menjadi anggota dan pengurus guna regenerasi.
“Di masa pandemi ini, justru ada kemajuan dari Primkopti Salatiga. Misalnya, dipercaya mengelola pasar Blauran Salatiga dan distribusi bahan pokok dari pemerintah untuk warga. Juga operasi pasar kedelai, Primkopti mendapat Jatah 133 ton dari Puskopti Jateng. Tetapi kami tetap mengajak semua anggota untuk bersama-sama memajukan koperasi yang muaranya pada kesejahteraan anggota,” paparnya.

Sumber : https://www.suaramerdeka.com/