Masker Kain Untuk Jateng

Semarang – Penyebaran Covid-19 menimbulkan korban jiwa dan kerugian material dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. pandemi yang menerpa Indonesia memberi dampak signifikan terhadap roda perekonomian salah satunya UMKM terkait bidang fashion/jahit dan konveksi di Jawa Tengah.

Dalam rangka pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, focus, terpadu dan sinergitas Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Prov. Jateng dan Pemerintah Kab/Kota di Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi UKM menempuh langkah antisipasi dan terobosan untuk mendukung operasional kegiatan usaha bagi pelaku UKM di Jawa Tengah dengan membeli masker untuk masyarakat sebanyak kurang lebih 2.6.49.930 masker dari 476 UKM yang tersebar di 35 Kab/Kota.

 

 

Kegiatan ini diapresiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meninjau langsung distribusi masker di Dinas Koperasi UKM Jateng (17/5). Pada saat ini termasuk katagori kondisi darurat Covid-19 jaring pengaman ekonomi harus direspon sekarang. Threatmen untuk para UKM agar mereka bisa beroperasi terus dengan langkah Pemprov Jateng membeli masker ini merupakan konsep beli warung tetangga di level besar dan harus dilaksanakan disemua lapisan masyarkat sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian.

Pada kesempatan tersebut Kepala Diskop UKM Ema Rachmawati menambahkan kegiatan ini guna memberikan rangsangan usaha produksi pelaku UMKM di bidang konveksi atau fashion untuk pencipataan lapangan pekerjaan dan penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan pendapatan dan peningkatan penghidupan berkelanjutan serta menggerakkan ekonomi daerah. Adapun kriteria UKM pembuat masker adalah pelaku UKM di Jawa Tengah yang telah melaporkan data usahanya pada aplikasi Dampak Covid di website Diskop UKM Jateng dan memenuhi persayaratan yang telah ditentukan.

 

Kedepan yang harus digerakkan adalah UMKM bidang boga guna pemenuhan makanan dan minuman dengan memberikan stiumulus bahan baku untuk operasional kegiatan usaha boga. Pada saat ini usaha boga masih terkendala bahan baku diantaranya telur, tepung, minyak dan margarin.

Diskop UKM Prov. Jawa Tengah.